24 Jemaah Lansia dan Disabilitas Kloter 07, Diantar Khusus untuk Laksanakan Umrah Wajib
PADANG (Sumbarkini.com) - Petugas Kloter 07 Embarkasi Padang memberikan layanan khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas setibanya di Kota Makkah Al-Mukarramah. Sebanyak 24 jemaah pengguna kursi roda diantar menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah wajib, Ahad 10 Mei 2026.
Pembimbing Ibadah Kloter PDG 07, Irfan Junaidi, mengatakan jemaah baru tiba di Makkah dari Madinah pada dini hari. Setelah beristirahat, jemaah yang dalam kondisi sehat langsung diberangkatkan untuk melaksanakan umrah wajib.
“Jemaah lansia dan disabilitas, sore harinya kami antar secara khusus menggunakan kursi roda menuju Masjidil Haram,” ujar Irfan Senin (11/5) melalui telepon seluler.
Ia menjelaskan, proses pelayanan dimulai dari Hotel Al-Hidayah Tower Aziziyah menuju terminal Jabal Qabah. Dari titik tersebut, jemaah kemudian didorong menggunakan tenaga pendorong resmi yang disiapkan Pemerintah Arab Saudi.
Menurut Irfan, penggunaan petugas pendorong resmi menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Masjidil Haram.
“Kami pastikan seluruh tenaga pendorong berasal dari petugas resmi Arab Saudi. Ini penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia,” katanya.
Ia menyebut pelayanan terhadap jemaah lansia dan disabilitas menjadi salah satu fokus utama petugas Kloter 07 selama berada di Tanah Suci. Terlebih, sebagian besar jemaah dalam kloter tersebut masuk kategori lanjut usia dan risiko tinggi (risti).
Berdasarkan data Kloter 07 merupakan gabungan jemaah asal Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman dengan total 391 orang, terdiri dari 384 jemaah dan tujuh petugas pendamping.
Diungkapkan oleh Irfan, Kloter ini bergerak dari Madinah menuju Makkah pada Sabtu (9/5/2026) pukul 17.00 waktu Arab Saudi dan tiba di Makkah Minggu, sekitar pukul 01.00 dini hari.
Ketua Kloter PDG 07, Misra Elfi, menyebut dari total jemaah, sebanyak 181 orang berusia di atas 60 tahun. Selain itu, terdapat 28 jemaah yang menggunakan alat bantu, terdiri dari 24 pengguna kursi roda dan lima pengguna tongkat.
“Karena dominasi jemaah lansia cukup tinggi, pelayanan dan pengawasan kesehatan terus kami perketat,” ujarnya.
Data kesehatan kloter juga mencatat sebagian besar jemaah memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, hingga gangguan jantung. Sebanyak 94 jemaah bahkan masuk kategori risiko tinggi berat. (*/nelvi)