Mari Perbanyak Amalan di Hari Arafah
PADANG (SUMBARKINI.COM) - Besok, Selasa 26 Mei 2026 adalah Hari Arafah. Semua jemaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah, Arab Saudi untuk menunaikan salah satu rukun haji yakni Wukuf di Arafah.
Banyak tersimpan berkah di Hari Arafah. Hal itu diungkapkan oleh Zulhendri Zulkifli Imam Said, Senin 25 Mei 2026.
Dia menyebutkan, saat jemaah haji wukuf di Arafah, Allah memberikan banyak keberkahan bagi umat Islam sedunia.
"Mari kita sambungkan diri dengan momen sakral yang terjadi di Arafah sana dengan memperbanyak amalan dan doa. Puasa Arafah adalah paling afdhal setelah Ramadhan," ujarnya.
Ajakan Zulhendri bukannya tanpa alasan. Inilah sejumlah keuntungan melaksanakan Puasa Arafah:
Pertama, menghapus dosa 2 tahun
Rasulullah ï·º bersabda:
"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" [HR. Muslim 1162]
Namun patut diingat, dosa-dosa yang dihapuskan itu dosa kecil, bukan dosa besar. Dosa-dosa besar yang dilakukan tetap harus dengan melakukan taubat nasuha.
Meskipun demikian, pengampunan terhadap dosa-dosa kecil ini tetap sangat besar keutamaannya. Satu hari puasa di Hari Arafah bisa menutup dosa-dosa kecil yang kita lakukan selama 730 hari (2 tahun). Bayangkan, betapa Rahman dan Rahim Allah SWT kepada hamba-Nya!!!
Kedua, hari paling mustajab buat doa
Hari Arafah itu adalah hari di mana Allah paling banyak membebaskan hamba dari neraka.
Rasulullah ï·º bersabda:
"Tidak ada
hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada
hari Arafah" [HR. Muslim]
Jadi selain puasa, perbanyak doa. Terutama setelah Zuhur hingga berbuka. Perbanyak juga membaca takbir, tahlil, tahmid. Di sela-sela istirahat kerja.
Rasulullah ï·º bersabda :
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah". [HR. At Tirmidzi : 3585]
Doa yang paling sering dibaca Rasulullah adalah
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodiir
"Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Ketiga, ikut mengambil keberkahan Wukuf Arafah
Ketika jamaah haji wukuf di Arafah, banyak riwayat menyebutkan Allah turun ke langit dunia dan membanggakan jamaah haji di depan malaikat. Bagi kita yang tidak ikut ibadah haji, jadikanlah momen puasa Arafah sebagai turut serta di peristiwa sakral itu.
Saat saudara-saudara kita sedang wukuf di Arafah, kita yang di tanah air
bisa menghidupkan hari itu dengan puasa, zikir, membaca Al-Qur’an,
silaturahmi, saling memaafkan, dan memperbanyak ibadah.
Walaupun tidak berada di tanah suci, insya Allah kita tetap bisa meraih pahala yang besar.
Keempat, latihan pengendalian diri jelang Idul Adha
Puasa Arafah dilakukan sehari sebelum Idul Adha. Artinya kegiatan mempuasakan diri sebagai “pemanasan” spiritual: nahan lapar-dahaga biar pas lebaran kurban, hatinya lebih siap buat bersyukur dan berbagi.
Kelima, amalan ringan namun pahalanya besar
Dengan hanya menahan diri dari makan minum dan segala yang membatalkannya sejak Subuh hingga Maghrib mendapat ganjaran penghapusan dosa selama dua tahun. Nikmat Allah yang mana lagi yang kamu dustakan?
PUASA ZULHIJJAH
Zulhendri juga mengungkapkan, bagi yang sanggup dan punya kesempatan luas, hendaknya melaksanakan ibadah puasa dari awal Zulhijjah. Puasa di awal Bulan Zulhijjah sangat dicintai oleh Allah.
Dia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, yaitu:
"Tidak ada hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah dari 10 hari ini" [HR. Bukhari]
Namun, disarankannya, seminimal mungkin lakukanlah puasa pada tanggal 9 Zulhijjah. Puasa tanggal 1 hingga 8 Zulhijjah merupakan puasa biasa.
Zulkifli mengingatkan," Pada 10 Zulhijjah tidak ada puasa. Di hari raya tidak ada puasa. Rasulullah menunda makan besar hingga selesai Shalat Idul Adha dan berkurban."
Banyak orang lupa tentang amalan ini. Untuk itu mari kita saling mengingatkan. (*)