Header Ads

  • Breaking News

    Jelang Puncak Ibadah Haji, Jemaah Asal Sawahlunto Meninggal Dunia


     

    MAKKAH (SUMBARKINI.COM) - Kabar duka kembali menimpa jemaah Embarkasi Padang. Mainusni Marukun (74), jemaah haji Kloter PDG 12 asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, wafat di Makkah, Arab Saudi. Almarhumah sebelumnya sempat dirujuk ke rumah sakit Al Noor Makkah.

    Almarhumah yang berangkat didampingi sang Anak Surtiyaningsih ini sudah bersemangat dengan segala persiapan untuk melaksanakan puncak haji. Tiada tanda-tanda ia akan berpulang.

    Informasi ini disampaika Pembimbing Ibadah, Yusmanto dan Ketua Kloter PDG 12, Ifkar. Ia menceritakan almarhumah sebelumnya sempat beberapa kali mendapatkan penanganan medis akibat sesak napas yang dialaminya.

    Mainusni bahkan dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor, Makkah. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, almarhumah kembali dipulangkan ke hotel untuk menjalani perawatan lanjutan bersama tim kesehatan sektor dan kloter.

    “Sempat dua kali dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas, namun kondisi beliau masih stabil dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan,” tulis petugas kloter, Minggu, 24 Mei 2026.

    Disebutkan Yusmanto, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah didiagnosis mengalami accute lung edema dan accute decompensated heart failure (ADHF), yakni kondisi penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sesak napas dan gangguan jantung.

    Disebutkan kondisi Mainusni pada Jumat pagi masih cukup baik. Almarhumah bahkan sudah bisa makan, dapat berkomunikasi normal, dan terlihat bersemangat menyambut keberangkatan menuju Armuzna.

    “Pagi itu beliau masih bisa makan, berbicara normal, bahkan terlihat semangat untuk persiapan Armuzna,” ujar petugas kloter 12.

    Namun setelah pelaksanaan salat Jumat, petugas menerima kabar dari jemaah satu kamar bahwa kondisi almarhumah tiba-tiba menurun.

    "Dokter dan perawat kloter langsung memberikan tindakan medis, termasuk pemeriksaan EKG. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan denyut jantung almarhumah sudah tidak terdeteksi," jelasnya.

    Meski demikian, petugas tetap membawa almarhumah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah untuk pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur penanganan jemaah sakit dan wafat di Arab Saudi.

    Setelah dinyatakan wafat, proses penanganan jenazah dilakukan oleh pihak syarikah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Almarhumah kemudian disalatkan di Masjidil Haram usai salat Magrib sebelum dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah. (*)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad