Header Ads

  • Breaking News

    Darurat Kabut Asap Dharmasraya: Kualitas Udara 'Tidak Sehat', Pemkab Resmi Liburkan Siswa PAUD dan TK

    DHARMASRAYA — Kualitas udara yang kian memburuk akibat kepungan kabut asap di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memicu respons cepat dari pemerintah daerah setempat. Guna melindungi kesehatan anak-anak dari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya resmi menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka untuk tingkat Kelompok Bermain (KB), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Taman Kanak-Kanak (TK).

    Kebijakan strategis ini tertuang dalam Surat Edaran Resmi Nomor 420.1.2/Disdik/2026 dan mulai diberlakukan pada Rabu (26/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026) pekan ini.

    Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa langkah mitigasi dini ini diambil mengingat anak-anak usia dini merupakan kelompok yang paling rentan terdampak paparan polusi udara.

    "Sementara ini, fokus penghentian tatap muka kami berlakukan khusus untuk tingkat PAUD dan TK, sembari terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta kualitas udara di lapangan," ujar Bobby saat dikonfirmasi pada Selasa (25/8/2026).

    Dipicu Asap Kiriman, Kualitas Udara Sentuh Kategori 'Tidak Sehat'

    Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, kualitas udara di wilayah tersebut terkonfirmasi telah memasuki kategori "Tidak Sehat". Nilai parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk PM1.5 tercatat melonjak hingga angka 170 pada Selasa pagi.

    Kondisi ini sejalan dengan hasil pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang yang mencatat adanya peningkatan signifikan titik panas (hotspot) di provinsi tetangga, seperti Jambi dan Sumatera Selatan. Angin yang dominan bertiup dari arah timur, tenggara, dan selatan turut mempercepat pergerakan emisi asap pekat menuju wilayah Sumatera Barat, dengan Dharmasraya sebagai salah satu titik terdampak paling parah.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Ardianus Efendi. Menurutnya, meski jarak pandang masih relatif normal, ketebalan kabut asap pada hari ini merupakan yang terpekat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

    Belajar dari Rumah Lewat Modul Interaktif

    Selama masa penghentian tatap muka, Bobby memastikan hak belajar siswa tidak akan terputus. Proses pendidikan dialihkan sepenuhnya ke rumah dengan sistem pendampingan orang tua. Para guru telah diinstruksikan untuk memberikan materi bermain edukatif yang fleksibel dan terarah melalui grup komunikasi daring (WhatsApp) sekolah.

    Rencananya, kegiatan belajar mengajar tatap muka akan kembali normal pada awal pekan depan, tepatnya Senin (31/8/2026). Namun, Pemkab Dharmasraya membiarkan opsi perpanjangan libur tetap terbuka jika parameter kualitas udara tak kunjung membaik.

    Sebagai langkah preventif lanjutan, Dinas Pendidikan mewajibkan seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk proaktif menyosialisasikan edaran ini. Pihak sekolah diminta mengimbau seluruh wali murid agar benar-benar menahan anak-anak mereka untuk tidak beraktivitas di luar rumah, serta mewajibkan penggunaan masker jika terpaksa harus keluar ruangan.

    "Kesehatan dan keselamatan generasi penerus adalah prioritas utama. Perlindungan optimal hanya bisa tercapai melalui sinergi yang baik antara pihak sekolah dan kedisiplinan orang tua di rumah," tutup Bobby. (Febri

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad