511 Pesilat di Kejuaraan Wali Kota Cup II 2026, Lahir Harapan Baru
PADANG — Sebanyak 511 atlet dari 33 perguruan pencak silat menuntaskan rangkaian Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026 yang berlangsung di GOR FKKSP PT Semen Padang, Sabtu (15/8/2026).
Kejuaraan yang digelar Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang sejak 13 hingga 15 Agustus 2026 itu secara resmi ditutup Wali Kota Padang Fadly Amran.
Di balik persaingan di atas gelanggang, kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi para pesilat untuk memperoleh pengalaman bertanding sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan atlet pencak silat di Kota Padang.
Kejuaraan mempertandingkan dua kategori, yakni kategori pemasalan untuk jenjang SD-SMP serta kategori prestasi untuk jenjang SMA hingga dewasa.
Ketua Pengcab IPSI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, mengatakan pembagian kategori tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bertanding bagi pesilat pada jenjang yang berbeda.
“Kejuaraan ini menjadi ajang menjaring atlet terbaik sekaligus menambah jam terbang pesilat pemula. Kami berterima kepada Pak Wali dan juga Ketua KONI Kota Padang yang mendukung penuh terlaksananya kejuaraan ini,” ujar Zulhardi.
Bukan Sekadar Menang dan Kalah
Bagi atlet yang masih berada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama, arena pertandingan bukan hanya tempat mengejar kemenangan. Pengalaman menghadapi lawan, mengendalikan emosi, mengikuti aturan pertandingan, serta menerima hasil pertandingan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berlangsung di luar ruang kelas.
Hal itu sejalan dengan pesan yang disampaikan Fadly Amran saat menutup kejuaraan.
“Kejuaraan ini menjadi ruang penting untuk mengasah dan melahirkan atlet silat berprestasi. Kita ingin IPSI Kota Padang terus mencetak atlet yang berprestasi, tidak hanya di Porprov, tetapi juga hingga ke kejuaraan nasional,” katanya.
Fadly juga menekankan bahwa pembentukan generasi muda tidak cukup hanya melalui capaian akademik. Menurutnya, aktivitas olahraga perlu berjalan bersama kemampuan mengatur waktu, menjalankan ibadah, dan melakukan berbagai kegiatan positif.
“Pintar itu bukan hanya di bidang akademis saja, tetapi juga pintar dalam berolahraga, mengatur waktu, beribadah, dan kegiatan positif lainnya. Inilah niat kita menjadikan Kota Padang sebagai kota pintar,” ujarnya.
Olahraga dan Ruang Tumbuh Anak Muda
Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungannya terhadap pembinaan olahraga melalui Program Padang Balomba yang merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara.
Dalam konteks pembinaan generasi muda, keberadaan kompetisi olahraga juga memberi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan energi melalui kegiatan yang terarah.
Fadly menyebut olahraga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda sekaligus menjadi salah satu upaya mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja.
Pesan tersebut membuat keberadaan kejuaraan seperti Wali Kota Cup tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara. Ada proses yang lebih panjang: memperkenalkan disiplin, membangun keberanian menghadapi lawan, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta menjaga semangat untuk terus berlatih.
Dari gelanggang pencak silat, proses pembinaan itu dimulai.
Menjaga Tradisi, Menyiapkan Prestasi
Konsistensi Pengcab IPSI Kota Padang menggelar Wali Kota Cup untuk kedua kalinya mendapat apresiasi dari Fadly Amran.
Kejuaraan yang mempertemukan ratusan atlet dari puluhan perguruan tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya ruang pembinaan yang tersedia bagi pencak silat di Kota Padang.
Namun, perjalanan seorang atlet tidak selesai ketika pertandingan berakhir.
Medali dan piala merupakan hasil yang terlihat. Di baliknya ada latihan, keberanian tampil, dukungan pelatih, keluarga, perguruan, serta kesempatan untuk memperoleh pengalaman bertanding.
Karena itu, keberlanjutan kompetisi menjadi penting. Semakin banyak kesempatan bertanding yang sehat dan terukur, semakin terbuka pula ruang bagi pesilat muda untuk mengenali kemampuan dirinya dan berkembang menuju level yang lebih tinggi.
Ke depan, harapan yang dibangun bukan hanya melahirkan juara di tingkat kota.
Sebagaimana disampaikan Fadly, pembinaan diharapkan mampu mengantarkan atlet pencak silat Kota Padang berprestasi di Porprov hingga ke tingkat nasional.
Di sisi lain, manfaat paling dekat dari sebuah kejuaraan mungkin justru dirasakan oleh anak-anak yang pulang dari gelanggang dengan pengalaman baru: tentang disiplin, keberanian, sportivitas, dan bagaimana menerima hasil dengan kepala tegak.
Sebab sebelum menjadi juara di tingkat yang lebih tinggi, seorang atlet terlebih dahulu harus belajar bertanding.
Dan sebelum menjadi atlet berprestasi, seorang anak perlu memiliki ruang yang sehat untuk tumbuh. Dari gelanggang Wali Kota Cup II 2026, perjalanan itu kembali dimulai.
