Menjaga Amalan Hati
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak pada banyaknya ibadah lahiriah, tetapi juga pada bersihnya hati. Karena sesungguhnya, hati adalah pusat dari segala amal.
Rasulullah SAW bersabda:
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ada amalan yang tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi sangat besar nilainya di sisi Allah. Itulah amalan hati. Ikhlas, sabar, tawakal, syukur, ridha, takut kepada Allah, berharap kepada-Nya, cinta kepada-Nya, semuanya adalah ibadah hati.
Boleh jadi seseorang sedikit amalnya, tetapi karena hatinya penuh keikhlasan, Allah mengangkat derajatnya. Sebaliknya, ada orang yang banyak ibadah lahiriahnya, tetapi rusak karena riya, ujub, dan sombong yang bersarang di dalam hati.
Allah SWT berfirman:
«Ø¥ِÙ„َّا Ù…َÙ†ْ Ø£َتَÙ‰ اللَّÙ‡َ بِÙ‚َÙ„ْبٍ سَÙ„ِيمٍ»
"Kecuali orang-orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."
(QS. Asy-Syu'ara ayat 89)
Menjaga hati lebih sulit daripada menjaga lisan dan anggota badan. Tangan dapat ditahan, kaki dapat dihentikan, tetapi hati sering berkelana tanpa kita sadari. Kadang muncul iri ketika melihat nikmat orang lain, muncul bangga ketika dipuji, atau muncul kecewa ketika tidak dihargai.
Karena itu, para ulama mengatakan bahwa jihad terbesar adalah membersihkan hati dari penyakit-penyakitnya.
Hati ibarat cermin. Bila terus dibersihkan dengan istighfar, zikir, dan taubat, ia akan memantulkan cahaya hidayah. Namun jika dibiarkan dipenuhi dosa, iri, dengki, dan kebencian, cermin itu akan tertutup oleh noda hingga sulit menerima cahaya kebenaran.
Allah SWT berfirman:
«Ø£َÙ„َا بِذِÙƒْرِ اللَّÙ‡ِ تَØ·ْÙ…َئِÙ†ُّ الْÙ‚ُÙ„ُوبُ»
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd ayat 28)
Mari kita biasakan mengoreksi hati setiap hari. Sebelum tidur, tanyakan kepada diri kita:
- Apakah hari ini aku beramal karena Allah atau karena ingin dipuji?
- Apakah aku masih menyimpan dendam kepada saudaraku?
- Apakah aku bersyukur atas nikmat yang Allah berikan?
- Apakah aku sudah bertawakal setelah berikhtiar?
Muhasabah seperti ini akan membuat hati tetap hidup dan peka terhadap dosa.
Jangan hanya sibuk memperindah penampilan, tetapi lupakan memperindah hati. Sebab wajah yang tampan akan dimakan usia, pakaian yang indah akan usang, tetapi hati yang bersih akan menjadi bekal menghadap Allah.
Orang yang menjaga hatinya akan mudah memaafkan, tidak dengki, tidak mudah menyakiti orang lain, dan selalu berbaik sangka kepada Allah. Hatinya tenang meskipun ujian datang silih berganti, karena ia yakin semua yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah.
Marilah kita memohon kepada Allah agar dianugerahi hati yang bersih, hati yang ikhlas, hati yang sabar, dan hati yang selalu dekat kepada-Nya.
Salam
LH
