Header Ads

  • Breaking News

    Jangan Makan Api dari Harta Saudaramu

    Ditulis oleh: Zulhendri Zulkifli Imam Said


    “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.” (QS. An-Nisa’: 10)

    Sebelum Allah menjelaskan pembagian warisan secara rinci, Allah memberikan peringatan keras tentang memakan harta anak yatim secara zalim. Ini menjadi peringatan besar agar kita berhati-hati terhadap hak orang lain, terlebih dalam urusan warisan.

    Banyak orang mungkin tidak pernah mencuri atau merampok. Namun ketika harta warisan dibagikan, manusia bisa tergelincir. Allah sudah menentukan bagian masing-masing, tetapi karena keinginan dan kepentingan, manusia berani mengambil bagian yang bukan haknya.

    Bayangkan jika seseorang menodongkan senjata dan berkata, “Serahkan hartamu atau nyawamu!” Kita tentu lebih memilih kehilangan harta daripada kehilangan nyawa. Lalu mengapa demi sedikit harta warisan kita berani mempertaruhkan keselamatan akhirat?

    Jangan ambil tanah saudara kita. Jangan kurangi bagian waris saudara kita. Jangan gunakan kedudukan sebagai anak tertua, orang yang memegang sertifikat, atau orang yang menguasai harta untuk mengambil sesuatu yang bukan hak kita.

    Jika pernah mengambil hak saudara, jangan hanya menyesal. Bertobatlah kepada Allah dan kembalikan hak itu kepada pemiliknya sebelum kematian datang.

    Harta yang bukan hak kita mungkin menambah kekayaan, tetapi tidak akan menambah keberkahan.

    Ya Allah, cukupkan kami dengan harta yang halal, jauhkan kami dari memakan hak orang lain, dan berikan kami keberanian untuk mengembalikan setiap hak yang bukan milik kami

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad