Korea Selatan Melirik TPA Aia Dingin, Padang Menjajaki Teknologi Baru Kelola Sampah
PADANG — Pengelolaan sampah menjadi salah satu pekerjaan besar yang terus dihadapi kota-kota yang berkembang. Di Kota Padang, persoalan tersebut kini mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih modern melalui penjajakan kerja sama dengan Korea Selatan.
Pemerintah Kota Padang menjajaki kerja sama di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan persampahan bersama delegasi Korea Selatan serta Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI). Pembahasan tersebut berlangsung di Takana Nasi Padang, Selasa (11/8/2026), dengan fokus antara lain pada pengembangan teknologi pengelolaan sampah di TPA Aia Dingin.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyebut penjajakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang yang ingin berkembang tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih baik.
Menurut Maigus, persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun citra dan daya saing sebuah kota. Karena itu, pembenahan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mewujudkan Padang sebagai kota yang bersih, indah dan mampu menarik perhatian dunia.
“Kota Padang memang sedang berusaha dan berjuang untuk bisa menjadi kota terbersih, kota yang indah. Tentu kehadiran para Mister dari Korea Selatan menjadi salah satu solusi agar sampah tidak lagi menjadi sesuatu yang negatif, tetapi bisa bernilai positif,” ujar Maigus.
Ia mengatakan, penjajakan tersebut juga sejalan dengan semangat Wali Kota Padang Fadly Amran untuk membawa Padang menjadi salah satu tujuan dunia, dengan pengembangan yang tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata.
“Hari ini sesuai dengan semangat yang dimiliki Wali Kota Padang, Pak Fadly Amran, bagaimana menjadikan Padang menjadi salah satu tujuan dunia. Tidak hanya di sektor wisata, tapi juga di sektor-sektor lainnya,” katanya.
Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Perubahan Sistem
Dari pihak Korea Selatan, Chief Representative KEITI Indonesia Kang Min Soo menyampaikan bahwa penjajakan dengan Padang bukanlah proses yang muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, KEITI telah melakukan peninjauan lapangan di TPA Aia Dingin sejak sekitar dua tahun terakhir. Penjajakan yang berlangsung saat ini menjadi bagian dari upaya melihat kemungkinan dukungan teknologi dan keterlibatan perusahaan-perusahaan Korea dalam penanganan persoalan lingkungan di Kota Padang.
Kang menilai Padang memiliki potensi besar, terutama karena sektor pariwisata dan kualitas lingkungan perkotaan memiliki keterkaitan erat.
“Kota Padang sangat berpotensi. Untuk mengembangkan Kota Padang sebagai kota pariwisata, perbaikan lingkungan sangat diperlukan dan ada banyak hal yang bisa ditingkatkan terkait lingkungan di kota ini,” ujar Kang.
KEITI, lanjutnya, berperan mendukung serta menjembatani perusahaan-perusahaan teknologi Korea dalam berbagai proyek bantuan yang berkaitan dengan peningkatan dan perbaikan lingkungan di Indonesia.
“KEITI mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Energi Korea untuk mendukung perusahaan-perusahaan Korea dalam menjalankan berbagai proyek bantuan guna meningkatkan dan memperbaiki lingkungan di Indonesia,” katanya.
TPA Aia Dingin Menjadi Titik Penting
Penjajakan ini menempatkan TPA Aia Dingin sebagai salah satu titik penting dalam pembahasan. Pengembangan teknologi pengelolaan sampah di lokasi tersebut diharapkan dapat membuka pendekatan baru dalam menangani sampah perkotaan.
Namun, penting dicatat, pertemuan ini masih berada pada tahap penjajakan kerja sama. Belum ada keterangan dalam bahan yang disampaikan mengenai keputusan final terkait jenis teknologi, nilai investasi, jadwal pembangunan, ataupun bentuk proyek yang nantinya akan diterapkan.
Artinya, peluang kerja sama masih membutuhkan proses lanjutan, termasuk pembahasan teknis, kajian kebutuhan, kelayakan teknologi, skema pembiayaan, serta aspek lingkungan dan tata kelola.
Bagi masyarakat, perkembangan ini tetap menarik untuk dikawal. Sebab, apabila kerja sama nantinya berlanjut hingga tahap implementasi, pengelolaan sampah tidak hanya menyangkut bagaimana sampah dipindahkan ke tempat pemrosesan akhir, tetapi juga bagaimana sampah dapat ditangani dengan teknologi yang tepat dan memberikan nilai tambah.
Pada saat yang sama, keberhasilan sistem persampahan tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat. Teknologi dapat membantu proses pengolahan, tetapi pengurangan sampah, pemilahan dari sumber, serta kebiasaan menjaga lingkungan tetap menjadi bagian penting dari keseluruhan sistem.
Penjajakan Padang dengan Korea Selatan memperlihatkan bahwa persoalan sampah mulai ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan kota. Bagi Padang, tantangannya bukan sekadar mengurangi tumpukan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan yang mampu berjalan berkelanjutan, mendukung kualitas lingkungan, dan pada akhirnya ikut menopang aktivitas ekonomi serta pariwisata.
Jika proses penjajakan ini dapat diterjemahkan ke dalam kerja sama yang konkret dan sesuai kebutuhan Kota Padang, TPA Aia Dingin berpotensi menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pembenahan sistem persampahan kota.
Tetapi tahap berikutnya menjadi kunci: apakah penjajakan ini akan berlanjut menjadi kerja sama nyata, teknologi apa yang dipilih, dan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang layak terus dikawal publik.
