Iman dan Taqwa Sebagai Kunci Hidup Berkah
Pada kesempatan ini, marilah kita renungkan sebuah tema: “Iman dan Taqwa Sebagai Kunci Hidup Berkah.”
Setiap manusia tentu menginginkan hidup yang berkah. Kita ingin keluarga yang bahagia, rezeki yang cukup, kesehatan, ketenangan hati, dan kehidupan yang diridai Allah.
Tetapi terkadang kita mengira bahwa keberkahan hanya diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, luasnya rumah, atau banyaknya kesenangan.
Padahal, keberkahan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa besar Allah memberikan kebaikan di dalam apa yang kita miliki.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 96:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”
Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat jelas: iman dan taqwa adalah pintu datangnya keberkahan.
Pertama, iman membuat hidup memiliki arah.
Orang yang beriman menyadari bahwa hidup ini bukan kebetulan. Kita berasal dari Allah dan kepada Allah kita akan kembali.
Ketika mendapatkan nikmat, ia bersyukur. Ketika mendapatkan ujian, ia bersabar. Ketika berhasil, ia tidak sombong. Ketika gagal, ia tidak berputus asa.
Karena di dalam hatinya ada keyakinan bahwa Allah selalu mempunyai rencana terbaik.
Kedua, taqwa menjaga kita dari jalan yang salah.
Taqwa bukan hanya takut kepada Allah, tetapi kesadaran untuk selalu merasa diawasi oleh Allah.
Ketika tidak ada orang yang melihat, kita tetap jujur.
Ketika memiliki kesempatan untuk berbuat curang, kita memilih amanah.
Ketika mampu membalas keburukan, kita memilih memaafkan.
Itulah taqwa.
Taqwa membuat seseorang berhati-hati dalam mencari rezeki, berbicara, bergaul, menggunakan harta, bahkan menggunakan media sosial.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Ketiga, iman dan taqwa menghadirkan ketenangan.
Tidak semua orang yang memiliki banyak harta memiliki ketenangan. Tidak semua orang yang memiliki jabatan tinggi memiliki kedamaian.
Ketenangan sejati berasal dari hati yang dekat kepada Allah.
Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Maka jangan hanya sibuk memperindah rumah, tetapi lupa memperindah hati.
Jangan hanya mengejar rezeki dunia, tetapi lupa mengejar keridaan Allah.
Jangan hanya takut kehilangan harta, tetapi takutlah kehilangan iman.
Hidup yang berkah bukan berarti hidup tanpa masalah.
Hidup yang berkah adalah ketika masalah membuat kita semakin dekat kepada Allah.
Rezeki yang berkah bukan berarti selalu banyak, tetapi cukup, halal, dan membawa ketenangan.
Keluarga yang berkah bukan berarti tidak pernah berselisih, tetapi ketika berselisih mereka kembali kepada Allah dan saling memaafkan.
Umur yang berkah bukan sekadar panjang, tetapi semakin bertambah usia, semakin bertambah pula iman, amal, dan manfaat bagi sesama.
Karena itu, marilah kita menjaga iman dan meningkatkan taqwa.
Jangan tunggu kaya untuk bersyukur.
Jangan tunggu tua untuk beribadah.
Jangan tunggu sakit untung mengingat Allah.
Dan jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya nikmat yang selama ini kita miliki.
Semoga Allah menjadikan hidup kita hidup yang penuh keberkahan; rezeki yang halal dan berkah, keluarga yang sakinah, hati yang tenang, amal yang diterima, dan akhir kehidupan husnul khatimah.
Salam
LH
