Header Ads

  • Breaking News

    Semarak Maulid Nabi di Kuranji, 165 Anak Mengaji dan Meneladani Akhlak Rasulullah

    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, membangun generasi muda tidak cukup hanya dengan kecerdasan akademik. Anak-anak juga membutuhkan fondasi agama, keteladanan, dan lingkungan yang mampu menjaga mereka dari pengaruh negatif.

    Semangat itulah yang terasa dalam Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Badan Kerja Sama (BKS) TPQ-TQA Kecamatan Kuranji di Masjid Al Muhajirin, Komplek Papcy, Kelurahan Ampang, Minggu (9/8/2026).

    Sebanyak 165 peserta dari sembilan kelurahan se-Kecamatan Kuranji ambil bagian dalam kegiatan yang diisi dengan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tersebut.

    Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia,” kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi arena perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter anak sejak dini.

    Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan anak-anak perlu terus diperkuat karena memiliki peran strategis dalam membangun benteng moral generasi muda.

    “Kegiatan seperti ini perlu kita sambut dengan kegembiraan dan apresiasi penuh. Ini merupakan salah satu solusi untuk menyelamatkan anak-anak kita, terutama kalangan pelajar, dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar Maigus.

    Bagi Maigus, tantangan generasi muda hari ini tidak sederhana. Tawuran, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga berbagai pengaruh lingkungan dapat mengancam masa depan anak apabila tidak diimbangi dengan pembinaan yang kuat.

    Karena itu, pendidikan agama menurutnya tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an. “Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin anak-anak kita tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

    Maulid Bukan Sekadar Seremoni

    Peringatan Maulid Nabi memiliki makna yang jauh lebih dalam ketika diterjemahkan menjadi pendidikan karakter. Anak-anak dikenalkan kembali kepada sosok Rasulullah SAW bukan hanya sebagai sejarah, tetapi sebagai teladan dalam kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab dan penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai itulah yang diharapkan tumbuh melalui kegiatan TPQ-TQA.

    Maigus juga menegaskan Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan pendidikan keagamaan melalui Program Unggulan Smart Surau. Berbagai aktivitas keagamaan diharapkan menjadi ruang positif yang membuat anak-anak semakin dekat dengan Al-Qur’an sekaligus membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

    Ia berharap kegiatan Semarak Maulid tidak berhenti pada penentuan siapa yang menjadi juara. Lebih penting dari sebuah piala adalah proses pembentukan pribadi.

    Sebab, kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya ketika seorang anak mampu tampil terbaik di atas panggung, tetapi ketika nilai-nilai yang dipelajarinya mampu dibawa pulang dan diterapkan di rumah, sekolah, lingkungan pergaulan, hingga kelak ketika mereka menjadi bagian dari masyarakat.

    Menanam Cinta Sebelum Menuntut Keteladanan

    Ketua Panitia Ali Rizal mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja BKS TPQ-TQA Kecamatan Kuranji sekaligus mendukung Program Smart Surau yang dijalankan Pemerintah Kota Padang.

    Ia menilai momentum Maulid menjadi kesempatan penting untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak usia dini. Menurutnya, “Kegiatan ini merupakan sarana untuk menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW di dalam hati anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka dapat mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.”

    Pesan tersebut menjadi penting karena pendidikan karakter tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari pembiasaan, keteladanan dan lingkungan. Karena itu, ketika 165 anak berkumpul untuk membaca Al-Qur’an, mengikuti MTQ dan memperingati kelahiran Rasulullah SAW, yang sedang dibangun sesungguhnya bukan hanya kemampuan mereka hari ini. Yang sedang dipersiapkan adalah karakter mereka untuk masa depan.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Buya Iskandar, Ketua Umum LKAAM Fauzi Bahar Datuak Sati, Ketua BKS TPQ-TQA Kota Padang M. Darnalis, serta unsur masyarakat dan peserta kegiatan.

    Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, ruang-ruang seperti inilah yang perlu terus dijaga. Sebab anak-anak tidak hanya membutuhkan sekolah untuk menjadi pintar.

    Mereka membutuhkan agama untuk menjadi kokoh, lingkungan untuk menjadi baik, dan teladan untuk mengetahui bagaimana ilmu harus digunakan. Dan melalui semangat Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kuranji kembali mengingatkan satu hal sederhana namun mendasar:

    generasi Qur’ani bukan sekadar generasi yang pandai membaca Al-Qur’an, tetapi generasi yang berusaha menjadikan akhlak Rasulullah sebagai cahaya dalam kehidupannya. (elsi)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad