Perjuangkan Aspirasi Petani, Zafri Deson Salurkan Hand Tractor ke Lengayang dan Ranah Pesisir
PESISIR SELATAN – Bagi petani, waktu adalah bagian dari ongkos produksi. Semakin lama lahan diolah, semakin besar pula tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan. Karena itu, dukungan terhadap mekanisasi pertanian menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendorong usaha tani yang lebih efisien.
Kebutuhan tersebut turut menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Golkar, Zafri Deson, S.J. Ia memperjuangkan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa hand tractor bagi kelompok tani di Kecamatan Lengayang dan Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Pokok Pikiran (Pokir) Zafri Deson sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang kehidupan ekonomi masyarakat Pesisir Selatan.
Bagi petani penerima, kehadiran hand tractor bukan sekadar tambahan peralatan. Alat tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengolahan lahan, menghemat tenaga, sekaligus menekan biaya pekerjaan yang selama ini harus ditanggung petani.
Zafri Deson mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Bantuan ini merupakan bagian dari Pokir kami sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, sebagai bentuk komitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian daerah,” ujar Zafri.
Mendorong Efisiensi
Menurut Zafri, penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan mendorong peningkatan produksi. Petani juga membutuhkan dukungan teknologi agar proses budidaya dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah mekanisasi pertanian melalui penggunaan alsintan.
Dengan hand tractor, pengolahan tanah diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pengerjaan secara manual. Efisiensi waktu dan tenaga tersebut pada akhirnya diharapkan dapat membantu petani mengurangi beban biaya kerja serta mempersiapkan lahan sesuai kebutuhan musim tanam.
“Saya berharap bantuan hand tractor ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu mengolah lahan, meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, serta mengurangi beban dan biaya kerja para petani,” katanya.
Zafri menekankan, bantuan yang telah diperjuangkan tersebut harus dikelola secara bertanggung jawab. Kelompok tani penerima diharapkan mampu menjaga, merawat, dan memanfaatkan hand tractor secara bersama sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh segelintir anggota, tetapi dapat menjangkau petani lainnya.
Pertanian Modern
Bantuan alsintan tersebut juga menjadi bagian dari dorongan menuju pertanian yang lebih modern di Pesisir Selatan.
Di tengah tantangan biaya produksi, keterbatasan tenaga kerja, serta kebutuhan meningkatkan produktivitas, penggunaan teknologi menjadi salah satu pilihan yang dapat membantu petani beradaptasi dengan perubahan.
Zafri berharap dukungan terhadap petani tidak berhenti pada bantuan sarana pertanian. Menurutnya, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan pengelolaan usaha tani yang baik, pemanfaatan teknologi, serta akses terhadap sarana produksi dan infrastruktur pendukung.
Ia juga mengajak petani untuk terus terbuka terhadap inovasi dan perkembangan teknologi pertanian.
“Untuk para petani kita, teruslah semangat, terus berproduksi, dan jangan pernah berhenti berinovasi. Semoga hasil pertanian semakin meningkat, pendapatan semakin baik, dan kesejahteraan keluarga petani semakin meningkat,” tuturnya.
Pada akhirnya, nilai sebuah bantuan bukan hanya terletak pada saat alat diserahkan, tetapi pada seberapa jauh alat tersebut mampu digunakan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Karena itu, Zafri berharap hand tractor yang telah diperjuangkan melalui Pokir tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani di Lengayang dan Ranah Pesisir.
Ia berharap mekanisasi pertanian dapat menjadi salah satu langkah kecil yang memberi dampak lebih besar: membantu petani bekerja lebih efisien, meningkatkan produktivitas, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus ikut menjaga ketahanan pangan masyarakat Pesisir Selatan.
Sebab bagi petani, dukungan terhadap pertanian bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang memastikan lahan tetap produktif dan kehidupan keluarga tetap bertumbuh pada musim-musim berikutnya. (Zul/Aan)
