Padang Jadi Daerah Model Pemulihan Pascabencana, Ini Penilaian Tim Monitoring Depdagri
PADANG (SUMBARKINI.COM) - Kota Padang dinilai berhasil dan bisa dijadikan percontohan kecepatan pemulihan bencana. Ini merupakan hasil penilaian Tim Monitoring TKD.
Penilaian didasarkan pada dassboard pemantauan satuan tugas (Satgas) pusat. Ada 38 indikator yang dilihat terkait progres penanganan pascabencana di Kota Padang. Dari dashboard itu terlihat kemajuan yang sangat baik dan terstruktur.
Keseriusan dan kualitas penanganan yang bagus di Kota Padang terlihat nyata dari berbagai sektor, mulai dari kelancaran pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara), ketepatan distribusi dana tunggu hunian, efektivitas penyaluran bansos, program pemulihan lahan sawah, hingga keaktifan pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi serta normalisasi sungai.
Stafsus Mendagri bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga menyampaikan apresiasi kepada Sumatera Barat, khususnya khususnya Kota Padang, sebagai salah satu provinsi yang cukup cepat pulih di dalam pascabencana ini, dilihat dari berbagai indikator.
"Kami di pusat memiliki dasbor yang memonitor hampir 38 indikator dan Sumbar termasuk salah satu yang cukup bagus, termasuk juga Padang," ungkapnya saat meninjau Huntap kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin 20 Juli 2026.
Kastorius menyatakan di Padang target dari pendirian Huntap itu cukup besar di seluruh provinsi, sebanyak 500-an lebih ya. Seperempat dari seluruh provinsi ada di Kota Padang. :Memang melihat tadi dari keterangan Pak Sekda, terima kasih Pak Sekda, nampaknya dari perencanaannya sudah sangat bagus sekali, baik dari segi target maupun dari kondisi sekarang yang sudah kita lihat," ujarnya.
Di samping kesuksesan pemulihan internal yang berjalan cepat dan rapi, manajemen penanganan bencana Kota Padang mendapat pujian luar biasa dari Menteri Dalam Negeri karena memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Meski berstatus sebagai daerah yang juga terdampak bencana, Kota Padang secara luar biasa mampu mengalokasikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp5 miIiar untuk menyokong pemulihan bencana di tiga kabupaten di Provinsi Aceh.
Kastorius menyebutkan Mendagri sangat mengapresiasi Kota Padang dengan semangat solidaritasnya. Kota Padang juga sebagai yang terdampak dan mendapatkan TKD tambahan. Padang turut menyumbang ke provinsi lain yang terdampak berat seperti Aceh. "Sumbangan Kota Padang itu saya kira ada Rp5 miIiar ya dan disumbangkan ke tiga kabupaten di Aceh," katanya.
Menanggapi hal itu, Sekda Kota Padang, Raju Minropa, menyebutkan Kota Padang memegang tanggung jawab besar dengan memikul target pembangunan Huntap tertinggi di Sumatera Barat, yaitu lebih dari 500 unit Seperempat dari total target seluruh provinsi.
"Melalui perencanaan yang matang, penyediaan lahan yang didanai TKD
tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, serta sinergi yang kuat bersama
yayasan kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi, target besar tersebut dapat
berjalan dengan sangat progresif dan bagus," ujarnya bangga.
Raju yang didampingi Kepala Dinas Perkim, Tri Hadiyanto, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri dan Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menjelaskan Huntap Kawasan
Bumi Perkemahan Pramuka ini akan dibangun sebanyak 340 unit Huntap.
Saat ini, sebanyak 39 unit Huntap sudah memasuki tahap finishing dan
direncanakan selesai akhir bulan ini.
Tambahan TKD
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Horas Maurits Panjaitan. mengatakan Padang telah menerima TKD tambahan yang besarnya 371,85 miIiar. "Kami sudah melihat progres dan juga persiapannya cukup bagus. Dan termasuk juga sebenarnya untuk lahan ya, untuk pengadaan lahan Huntap ini juga sebenarnya nantinya dibiayai dari TKD tambahan ini. Jadi kami apresiasi untuk Pemko Padang karena bisa bersinergi," tegasnya.
Dia mengatakan Kemendagri akan terus melihat apakah semuanya sudah tepat sasaran. Diharapkannya TKD tambahan ini bisa digunakan unttuk melakukan percepatan realisasi. "Hal ini pasti sangat ditunggu oleh masyarakat," pungkasnya. (*/zul)

