Header Ads

  • Breaking News

    Puan Malika Bawa Pesan Perdamaian dan Misi Belajar Budaya Siaga Bencana ke Okinawa

     


    PADANG
    — Dari sebuah ruang kelas di Kota Padang, langkah seorang siswi kini membawanya menuju panggung kepemimpinan pemuda Asia.

    Namanya Puan Malika Jomantara, siswi kelas XII SMA Adabiah 2 Padang. Di usia 17 tahun, ia terpilih menjadi satu-satunya perwakilan Sumatera Barat dalam Asia Youth Leader 2026, sebuah program kepemimpinan dan pertukaran budaya bagi pelajar sekolah menengah dari berbagai negara Asia.

    Tak hanya mewakili Sumatera Barat, Puan juga dipercaya menjadi Ketua Delegasi Indonesia yang terdiri dari delapan peserta terpilih dari berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur.

    Kabar tersebut disampaikan Puan saat bertemu Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova.

    Asia Youth Leader 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia bekerja sama dengan AEON 1% Club Foundation.

    Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Okinawa, Jepang.

    Membawa Isu Perdamaian ke Okinawa

    Puan menjelaskan, Asia Youth Leader menjadi ruang bagi para pelajar dari berbagai negara untuk bertemu, bertukar pengalaman, memahami perbedaan budaya, serta mendiskusikan persoalan yang dihadapi masyarakat dunia.

    Tahun ini, perdamaian menjadi tema utama kegiatan.

    Sekitar 80 peserta dari tujuh negara Asia dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut, yakni Indonesia, Jepang, Thailand, Kamboja, Laos, Filipina, dan Malaysia.

    Bagi Puan, pemilihan Okinawa sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Wilayah tersebut memiliki sejarah panjang, termasuk pernah menjadi lokasi Battle of Okinawa pada Perang Dunia II.

    Sejarah kelam itu kemudian menjadi bagian penting dalam pembelajaran tentang pentingnya perdamaian dan rekonsiliasi.

    Namun, Puan tidak datang hanya untuk berbicara tentang masa depan dunia. Ia juga membawa misi yang sangat dekat dengan daerah asalnya.

    Sebagai anak muda yang tumbuh di Kota Padang dan Sumatera Barat, wilayah yang memiliki risiko gempa bumi dan tsunami, Puan ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari budaya kesiapsiagaan bencana di Jepang.

    “Sebagai daerah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami, saya ingin belajar bagaimana Jepang membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Ilmu yang saya dapatkan nanti akan saya bawa pulang dan saya implementasikan di Padang, Sumatera Barat,” ujar Puan.

    Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keikutsertaan Puan tidak berhenti pada kebanggaan menjadi delegasi Indonesia. Ia ingin pulang membawa pengetahuan.

    Dari Delegasi Muda untuk Kota Padang

    Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan kebanggaannya atas capaian Puan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Kota Padang memiliki potensi untuk tampil dan bersaing di tingkat internasional.

    Fadly menilai Puan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dan menguasai sejumlah bahasa lainnya. Kemampuan tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi generasi muda untuk berinteraksi di tengah dunia yang semakin terbuka.

    “Kita doakan semoga semakin banyak anak-anak Kota Padang yang seperti Puan,” kata Fadly.

    Ia juga mendorong Puan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk mempertimbangkan perguruan tinggi yang bekerja sama dalam Program Padang Juara maupun kampus-kampus terbaik di dunia.

    “Mudah-mudahan nantinya Puan dapat menjadi salah satu pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.

    Pergi Membawa Nama Padang, Pulang Membawa Inspirasi

    Bagi Puan, perjalanan ke Okinawa bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Ia membawa nama Sumatera Barat dan Indonesia. Di saat yang sama, ia juga membawa rasa ingin tahu seorang anak muda yang ingin belajar dari pengalaman negara lain.

    Di forum tersebut, ia akan bertemu dengan puluhan pelajar dari berbagai negara Asia. Mereka datang dengan latar belakang budaya, bahasa, dan pengalaman yang berbeda. Namun, perbedaan itu justru menjadi kekuatan utama dalam program tersebut.

    Dari sana, para peserta diajak melihat bahwa persoalan seperti perdamaian, bencana, lingkungan, dan masa depan generasi muda tidak mengenal batas negara.

    Bagi Kota Padang, keberangkatan Puan juga menyimpan harapan yang lebih besar. Harapan bahwa semakin banyak anak muda daerah berani bermimpi lebih jauh, berani tampil di panggung internasional, dan yang paling penting, tidak lupa membawa pulang ilmu untuk daerah asalnya. Karena pemimpin masa depan bukan hanya mereka yang mampu pergi jauh. Kembali membawa sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. (*/zul)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad