Paskibraka Kota Padang Matangkan Persiapan Peringatan Gugurnya Bagindo Aziz Chan
PADANG (SUMBARKINI.COM) - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Padang terus
mematangkan persiapan untuk tampil dalam upacara peringatan gugurnya
Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79. Mereka mengikuti latihan intensif di Lapangan Tugu APEKSI, Galanggang Kota
Padang, kompleks Kantor Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (18/7/2026).
“Untuk persiapannya, kami sudah latihan beberapa hari ini. Progresnya sudah lumayan meningkat dan sudah cukup bagus. Kami yakin siap tampil pada Minggu besok," ujar Pelatih Paskibraka.
Febri Aulian menyatakan persiapan telah
dilakukan selama beberapa hari terakhir dengan progres latihan yang
terus menunjukkan peningkatan. Menurutnya, para peserta saat ini telah
berada pada tahap kesiapan untuk menjalankan tugas pada upacara
peringatan tersebut.
Ia pun menyebutkan, tidak terdapat kendala
berarti selama proses latihan berlangsung. Pada tahap akhir persiapan,
para peserta lebih diarahkan untuk memantapkan tugas masing-masing agar
pelaksanaan upacara dapat berjalan maksimal.
“Untuk kesiapan khusus, lebih ditekankan pada tugas masing-masing. Sejauh ini tidak ada kendala dan kami yakin bisa tampil lebih maksimal," tegasnya.
Ditambahkannya, latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan upacara yang akan digelar pada Minggu (19/7/2026). Upacara ini digelar untuk mengenang gugurnya Bagindo Aziz Chan pada 19 Juli 1947, sekaligus meneladani semangat perjuangan tokoh yang dikenal sebagai Wali Kota Padang kedua dan salah satu pejuang penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Mengusung slogan “Satu Tujuan: Menghidupkan Kembali Nilai Perjuangan Bagindo Aziz Chan untuk Menuju Padang sebagai Kota Gastronomi”, peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan dan semangat kebangsaan di tengah generasi muda.
Pelajar yang dipercaya mengemban tugas dalam upacara tersebut. Vellytia Friesta Jini Wiwongso, siswi kelas XII SMA Katolik Xaverius Padang, dipercaya sebagai pembawa baki, sementara Yasmin Naurah Betsy, siswi kelas XII SMA Pembangunan Laboratorium UNP, bertugas sebagai ko-pembawa baki.
Keduanya telah menjalani latihan selama dua hari. Meski masih terdapat sejumlah koreksi kecil, proses latihan dinilai berjalan baik dan mulai menunjukkan kekompakan.
“Kami sudah latihan selama dua hari dan prosesnya sudah cukup bagus. Kami mulai kompak, meskipun masih ada beberapa koreksi kecil," kata Vellytia.
Bagi Vellytia dan Yasmin, keterlibatan dalam upacara tersebut bukan
sekadar menjalankan tugas sebagai peserta. Kesempatan itu juga menjadi
momentum untuk mengenal lebih dekat sosok Bagindo Aziz Chan dan
meneladani nilai perjuangannya.
Melalui keterlibatan para
pelajar dalam rangkaian upacara tersebut, nilai perjuangan Bagindo Aziz
Chan diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Semangat
keberanian, kegigihan, dan kecintaan terhadap bangsa diharapkan terus
hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun Kota
Padang ke depan.
"Dari sosok Bagindo Aziz Chan, kita bisa mengambil semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai bangsa Indonesia serta kegigihannya dalam mempertahankan Indonesia," sambung Yasmin.
Mereka mengakui, menjelang pelaksanaan upacara, rasa gugup dirasakannya. Namun, perasaan tersebut menjadi bagian dari proses untuk memberikan penampilan terbaik dalam momen penting mengenang perjuangan Bagindo Aziz Chan. (*/elsi)
