Header Ads

  • Breaking News

    Lamine Yamal: Prestasi Besar Berawal dari Hati yang Bersandar kepada Allah


    Oleh: H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)


    Di tengah derasnya arus zaman, anak-anak muda sering mencari sosok untuk dijadikan panutan. Ada yang mengidolakan artis, ada yang mengagumi pebisnis, dan tidak sedikit yang menjadikan atlet dunia sebagai inspirasi. Islam tidak melarang kita mengagumi prestasi seseorang. Namun, yang lebih penting adalah mengambil pelajaran dari akhlak dan kebiasaan baiknya.


    Salah satu sosok yang banyak diperbincangkan adalah *Lamine Yamal*, seorang pesepak bola muda yang telah meraih prestasi luar biasa di usianya yang baru menginjak 19 tahun. Banyak laporan menyebutkan bahwa ia terbiasa berdoa dan membaca Surah Al-Fatihah sebelum memasuki lapangan. Jika kebiasaan baik itu benar adanya, maka itulah yang patut kita teladani, bukan semata-mata ketenarannya.


    Mengapa? Karena seorang mukmin selalu menyadari bahwa keberhasilan bukan hanya hasil latihan, kecerdasan, atau bakat. Di balik semua usaha itu ada pertolongan Allah yang tidak boleh dilupakan.


    Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


    _"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya."_

    (QS. Ali 'Imran ayat 159)


    Membaca Al-Fatihah sebelum memulai suatu pekerjaan bukanlah sekadar rutinitas di lisan, tetapi menjadi pengingat bahwa hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.


    Bukankah setiap hari kita membaca:


    _"Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan."_


    Kalimat ini adalah ruh kehidupan seorang muslim. Ia mengajarkan bahwa sehebat apa pun kita, tetaplah bergantung kepada Allah. Ketika hati bergantung kepada Allah, rasa takut berubah menjadi ketenangan, kesombongan berubah menjadi kerendahan hati, dan kegelisahan berubah menjadi keyakinan.


    Rasulullah SAW bersabda:


    _"Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu."_

    (HR. At-Tirmidzi)


    Hadis ini mengajarkan bahwa siapa yang menjaga ketaatan kepada Allah, maka Allah akan menjaga dirinya, menjaga langkahnya, menjaga keluarganya, bahkan menjaga masa depannya.


    Generasi muda hari ini memiliki peluang yang sangat besar untuk berprestasi. Dunia terbuka luas. Ilmu mudah dipelajari. Kesempatan datang dari berbagai arah. Namun, semua itu harus dibangun di atas pondasi iman.


    Jangan sampai kita memiliki kecerdasan tanpa akhlak, memiliki kekuatan tanpa rasa syukur, atau memiliki ketenaran tetapi melupakan Allah.


    Anak muda yang sejati bukan hanya mampu mencetak prestasi, tetapi juga mampu menjaga salatnya, menjaga lisannya, menghormati orang tua, dan tidak pernah meninggalkan doa.


    Allah berfirman:


    _"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."_

    (QS. Ar-Ra'd ayat 28)


    Mari kita didik anak-anak kita agar bercita-cita tinggi, tetapi tetap rendah hati. Ajarkan mereka bahwa sebelum belajar, berdoalah. Sebelum bertanding, berdoalah. Sebelum bekerja, berdoalah. Sebelum mengambil keputusan, berdoalah. Karena doa bukan tanda kelemahan, tetapi bukti bahwa kita menyadari siapa Pemilik segala kekuatan.


    Boleh jadi kita tidak semuanya menjadi atlet terkenal. Tidak semuanya menjadi orang kaya. Tidak semuanya menjadi tokoh dunia. Namun kita semua dapat menjadi hamba Allah yang dekat kepada-Nya. Dan itulah kemuliaan yang sesunggunya.


    Semoga generasi muda Islam sebagai generasi yang kuat imannya, mulia akhlaknya, luas ilmunya, tinggi prestasinya, dan selalu menggantungkan harapan hanya kepada  Allah Subhannahu wa Ta'ala.


    Salam

    LH

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad