Header Ads

  • Breaking News

    24 SSB Berebut Piala Wali Kota Padang U-13: Dari Lapangan Hijau, Mimpi Besar Anak-anak Kota Padang Dimulai


    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Di balik riuh sorak penonton dan kerasnya persaingan di lapangan hijau, ada mimpi besar yang sedang tumbuh. Bukan sekadar mengejar kemenangan, 24 Sekolah Sepak Bola (SSB) terbaik di Kota Padang ambil bagian dalam Turnamen U-13 Piala Wali Kota Padang Askot PSSI Kota Padang 2026.

    Mengusung semangat “Junjung Tinggi Sportivitas dalam Berolahraga”, turnamen tersebut resmi dibuka Wali Kota Padang Fadly Amran, Minggu (30/8/2026), di Lapangan Kompak FC, Anak Air, Kecamatan Koto Tangah.

    Selama 16 hari ke depan, para pesepak bola muda akan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Namun, bagi Askot PSSI Kota Padang, kompetisi ini tidak semata-mata tentang siapa yang mengangkat trofi di akhir pertandingan.

    Ketua Askot PSSI Kota Padang, Mastilizal Aye, menegaskan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya membina generasi muda sekaligus membangun prestasi olahraga Kota Padang.

    “Piala Wali Kota Padang U-13 ini untuk membina generasi, membangun prestasi untuk kejayaan Kota Padang tercinta, kujaga dan kubela,” ujar Mastilizal Aye.

    Menurutnya, sepak bola memiliki pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar menang dan kalah.

    Kekalahan, misalnya, menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar bangkit. Sementara instruksi pelatih mengajarkan mereka untuk mendengar, memahami, lalu menerapkannya di lapangan.

    “Sepak bola bukan saja tentang menang dan kalah. Di sepak bola ada simulasi kehidupan. Ketika mereka kalah, mereka akan bangkit lagi,” katanya.

    “Mereka Berpikir Sambil Berlari”

    Mastilizal menilai sepak bola juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Di lapangan, mereka belajar disiplin, kerja keras, strategi, semangat juang, sekaligus bagaimana bekerja dalam sebuah tim.

    Ia bahkan menggambarkan pesepak bola sebagai anak-anak yang tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kecerdasan.

    “Anak-anak yang ikut sepak bola adalah anak-anak yang cerdas karena mereka berpikir sambil berlari,” tuturnya.

    Karena itu, ia berharap pembinaan dilakukan sejak usia dini dan tidak berhenti pada kompetisi U-13.

    Mastilizal juga menargetkan lahirnya pemain-pemain muda Padang yang kelak mampu memperkuat klub seperti PSP Padang dan Semen Padang, bahkan menembus Tim Nasional Indonesia hingga bermain di luar negeri.

    Untuk mewujudkan mimpi tersebut, ia mengingatkan pentingnya disiplin dan kerja keras yang dibangun sejak sekarang. Anak-anak juga didorong membiasakan diri membaca dan mempelajari kisah orang-orang sukses sebagai bagian dari pembentukan pola pikir.

    Setelah turnamen U-13, Askot PSSI Kota Padang juga menyiapkan Festival Sepak Bola kelompok usia 10 dan 12 tahun.

    “Sepak bola ini bukan tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak kita mendapatkan teknik bermain. Sekarang kita membentuk karakter dan mempunyai attitude yang bagus di masyarakat,” ujarnya.

    Olahraga dan Jalan Menuju Prestasi Kota Padang

    Dukungan terhadap pembinaan olahraga usia dini juga datang dari KONI Kota Padang.

    Ketua KONI Kota Padang, Erianto, menyampaikan apresiasi kepada Askot PSSI Kota Padang yang konsisten menggelar kompetisi sebagai ruang pembinaan atlet sejak usia muda.

    Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang terhadap pengembangan olahraga, termasuk dukungan anggaran untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat.

    Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S.Pd., menyebut anggaran hibah untuk KONI Kota Padang berada di kisaran Rp12 miliar, sementara dukungan anggaran untuk PORPROV Sumatera Barat mencapai sekitar Rp38 miliar, termasuk bonus bagi atlet.

    Menurut Muharlion, dukungan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dan DPRD dalam mendorong prestasi olahraga Kota Padang.

    Targetnya pun tegas: mempertahankan Kota Padang sebagai juara umum PORPROV.

    “Sepak bola ini adalah salah satu ikon. Kita menargetkan juara satu sepak bola dan sangat serius untuk dunia olahraga,” katanya.

    Lebih dari mengejar medali, Muharlion melihat olahraga sebagai salah satu instrumen pembinaan generasi muda, termasuk menjadi alternatif positif di tengah persoalan kenakalan remaja dan balap liar.

    Fadly Amran: Lapangan Hijau Bisa Menjadi Benteng Generasi Muda

    Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan turnamen kelompok umur tersebut merupakan bagian dari subprogram Padang Balomba dalam merealisasikan Program Unggulan (Progul) Padang Juara.

    Melalui program tersebut, pemerintah ingin membuka ruang lebih luas bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi sejak usia dini.

    “Turnamen ini menjadi wadah menjaring talenta muda berbakat yang ke depannya berpeluang bermain di klub profesional,” ujar Fadly.

    Ia mengapresiasi Askot PSSI Kota Padang, KONI Kota Padang, serta DPRD Kota Padang yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai kompetisi sepak bola.

    Namun, bagi Fadly, manfaat olahraga tidak berhenti pada pencapaian prestasi.

    Aktivitas olahraga di tingkat akar rumput dinilai dapat menjadi salah satu benteng dalam menghadapi berbagai potensi kenakalan remaja.

    Dengan mengikuti kegiatan olahraga secara aktif, energi anak-anak dan remaja dapat diarahkan ke aktivitas yang positif, produktif, sekaligus membangun rasa percaya diri dan kebersamaan.

    Bukan Hanya Tentang Trofi

    Enam belas hari kompetisi mungkin akan melahirkan satu juara. Tetapi sesungguhnya, tujuan terbesar turnamen ini jauh lebih panjang dari sekadar mengangkat piala.

    Di lapangan Kompak FC, Anak Air, puluhan anak sedang belajar tentang keberanian menghadapi lawan, menerima kekalahan, menghormati keputusan wasit, mendengar pelatih, bekerja sama dengan teman, dan bangkit ketika gagal.

    Sebab, sebelum menjadi pemain profesional, mereka terlebih dahulu harus belajar menjadi manusia yang disiplin, tangguh dan memiliki sportivitas.

    Mungkin tidak semua dari 24 SSB akan melahirkan pemain profesional. Tetapi dari 24 SSB itulah, bisa jadi lahir satu, dua, atau bahkan banyak anak yang suatu hari mengenakan jersey PSP Padang, Semen Padang, Timnas Indonesia, atau klub di luar negeri.

    Dan perjalanan menuju mimpi itu bisa saja dimulai dari sebuah lapangan sederhana di Anak Air.

    Hari ini mereka bermain untuk menang. Besok, mereka mungkin bermain untuk mengharumkan nama Kota Padang. (DaAn/Anto/Zul)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad