Header Ads

  • Breaking News

    Menanti Sejak 2024, Jembatan Gantung 100 Meter di IV Jurai Kini Dimanfaatkan Warga




    PESISIR SELATAN (SUMBARKINI.COM)— Sebuah jembatan bukan hanya tentang besi, beton, dan bentang yang menghubungkan dua sisi. Bagi warga Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, hadirnya Jembatan Gantung Pejalan Kaki Tipe Rigid sepanjang 100 meter membawa arti yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Setelah dinantikan sejak 2024, jembatan yang dibangun melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, kini telah selesai dan mulai dimanfaatkan masyarakat.

    Kehadirannya membuka akses yang lebih mudah bagi warga untuk beraktivitas antarkawasan. Anak-anak dapat melintasi jembatan untuk menuju sekolah, sementara masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertanian maupun usaha harian mendapatkan akses penghubung yang lebih nyaman.

    Secara fisik, jembatan tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung keselamatan. Struktur pylon tampil dengan warna merah putih, sementara bagian sisi jembatan dilengkapi pagar pengaman baja. Akses menuju jembatan juga ditunjang jalan beton, drainase, serta penerangan di kawasan jembatan.

    Namun, infrastruktur yang telah selesai dibangun tetap membutuhkan kesadaran bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Masyarakat diimbau mengikuti ketentuan penggunaan jembatan. Jumlah pengguna yang melintas secara bersamaan dibatasi maksimal 40 orang. Warga juga diminta tidak berlari, bermain, bersandar pada pagar, maupun melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna lain.

    Anak-anak sebaiknya didampingi ketika menyeberang. Warga juga diingatkan menghindari penggunaan jembatan ketika hujan deras atau debit air sungai meningkat.

    Selain itu, kebersihan kawasan jembatan menjadi tanggung jawab bersama. Kendaraan roda empat juga tidak diperkenankan melintas, kecuali kendaraan darurat seperti ambulans sesuai ketentuan yang berlaku.

    Wali Nagari Koto Rawang, Derijol, menyampaikan apresiasinya kepada BPJN Sumatera Barat atas terealisasinya pembangunan jembatan tersebut. Menurut Derijol, pembangunan jembatan itu telah lama dinantikan masyarakat.

    “Kita menanti dari tahun 2024, alhamdulillah tahun ini terealisasi dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Derijol saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (29/8/2026).

    Bagi warga yang tinggal dan menjalankan usaha di sekitar jembatan, keberadaan akses baru tersebut juga mulai dirasakan manfaatnya.

    Mira, pemilik kedai kopi yang berada tidak jauh dari lokasi jembatan, mengatakan keberadaan jembatan membantu aktivitas warga sehari-hari. Ia juga menyebut masyarakat telah mendapatkan informasi mengenai aturan penggunaan jembatan, termasuk larangan bagi kendaraan roda empat selain kendaraan darurat.


    “Dengan adanya jembatan ini warga sangat terbantu. Mengenai tidak semua kendaraan roda empat bisa lewat, itu kan sudah ada pemberitahuan bahwa hanya mobil ambulans yang bisa lewat,” tuturnya.

    Kehadiran jembatan ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari bentuk fisiknya yang telah berdiri. Nilai terbesarnya akan terlihat dari bagaimana akses tersebut digunakan secara aman, dirawat bersama, dan benar-benar mendukung aktivitas masyarakat.

    Bagi warga, jembatan 100 meter itu menjadi penghubung yang diharapkan mampu memperpendek perjalanan, memudahkan akses pendidikan, memperlancar aktivitas ekonomi, sekaligus membuka ruang interaksi antarmasyarakat.

    Karena ketika sebuah akses dibangun untuk masyarakat, pekerjaan berikutnya bukan hanya menjaganya tetap berdiri, tetapi memastikan manfaatnya terus hidup dari hari ke hari. (Red)


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad