window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Jajaran Ditlantas Sumbar Hadirkan Tugas Lalu Lintas Lebih Dekat dengan Masyarakat - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Jajaran Ditlantas Sumbar Hadirkan Tugas Lalu Lintas Lebih Dekat dengan Masyarakat



    PADANG, SUMBARKINI.COM — Polisi lalu lintas bukan hanya tentang mengatur kendaraan di persimpangan, menindak pelanggaran, atau memastikan arus kendaraan tetap bergerak. Di balik seragam dan kewenangan yang dimiliki, ada tugas yang jauh lebih dekat dengan kehidupan masyarakat: memastikan pengguna jalan merasa aman, tertib, dan mendapatkan pelayanan yang manusiawi.

    Semangat itulah yang terus didorong Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat KBP H. M. Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., melalui jajaran Ditlantas Polda Sumbar.

    Berbagai bentuk pelayanan yang menyentuh langsung masyarakat menjadi gambaran bahwa slogan Polantas KARIB dan Polantas Sumbar RANCAK BANA. Artinya program tersebut bukan hanya berhenti sebagai rangkaian kata manis.

    Namun, slogan tersebut berusaha diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan nyata personel di lapangan.
    KARIB: Polisi Lalu Lintas yang Dekat dengan Masyarakat

    Kata KARIB secara sederhana membawa pesan tentang kedekatan. Dalam konteks pelayanan kepolisian lalu lintas, semangat ini dapat dimaknai sebagai upaya membangun hubungan yang lebih dekat, komunikatif, dan humanis antara personel Polantas dengan masyarakat.

    Tetap tegas melaksanakan aturan

    Polantas tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, tetapi dilakukan dengan pendekatan yang lebih persuasif dan mengedepankan komunikasi.

    Masyarakat tidak semestinya hanya bertemu polisi ketika melakukan pelanggaran. Polisi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, membutuhkan informasi, membutuhkan perlindungan, atau sekadar membutuhkan sosok yang dapat memberikan rasa aman di jalan.

    Di sinilah makna Polantas KARIB terasa: dekat tanpa kehilangan ketegasan, humanis tanpa mengabaikan aturan.

    Sementara slogan RANCAK BANAdijadikan identitas pelayanan Polantas Sumbar. Polantas Sumbar RANCAK BANA membawa nuansa khas Minangkabau sekaligus pesan tentang bagaimana pelayanan lalu lintas seharusnya diberikan.

    “Rancak bana” identik dengan sesuatu yang baik, bagus, menyenangkan, dan membanggakan.

    Dalam konteks pelayanan, semangat tersebut dapat diterjemahkan sebagai tekad menghadirkan pelayanan lalu lintas yang ramah, responsif, komunikatif, profesional, dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.

    Artinya, masyarakat yang berhadapan dengan petugas lalu lintas diharapkan tidak hanya merasakan kehadiran negara melalui aturan dan penindakan, tetapi juga merasakan kehadiran polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan.

    Semangat tersebut menjadi semakin penting karena persoalan lalu lintas bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Sumatera Barat.

    Mulai dari keselamatan pengendara, kelancaran arus kendaraan, edukasi tertib berlalu lintas, penanganan kecelakaan, pengaturan di kawasan rawan kemacetan, hingga pelayanan administrasi dan kegiatan preventif lainnya.hingga optimlasisai pelayanan

    Bukan Sekadar Slogan

    Jika dicermati, pelaksanaan tugas Ditlantas Polda Sumbar yang turun langsung menyapa dan membantu masyarakat merupakan bagian dari wajah pelayanan kepolisian yang ingin dibangun Kepolisian Republik Indonesia. 

    Mereka wujudkan dalam bentuk tindakan. Berbagai satuan lalu lintas dari berbagai Polres di Sumaera Barat melakukan berbagai kegiatan. Hingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Mulai dari tindakan preventif pagi, polisi cilik (Pocil), giat live report, pengaturan lalu lintas, sosialisasi keselamatan berlalu lintas, ngopi bareng polantas, tetap berpatroli di hari libur, penegakan aturan, hingga optimalisasi layanan, berbagi makanan (Posjubah), bagi masker ketika kualitas udara memburuk,

    "Kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu artinya jajaran lalu lintas benar-benar melaksanakan slogan Polantas KARIB dan Polantas Sumbar Rancak Bana," tegasnya.

    Reza mengapresiasi jajaran di lapangan yang santun memberikan arahan kepada pengendara, ketika petugas membantu warga yang mengalami kesulitan di jalan, ketika polisi hadir memberikan edukasi keselamatan, ketika pengaturan lalu lintas dilakukan dengan sabar, hingga ketika penegakan hukum dilakukan secara profesional dan proporsional—di situlah nilai KARIB dan RANCAK BANA menemukan bentuk nyatanya.

    Di bawah kepemimpinan KBP H. M. Chairul Akbar Sidiq, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun wajah Polantas Sumbar yang tidak berjarak dengan masyarakat. "Terima kasih atas pelaksanaannya agar dipertahankan dan terus ditingkatkan. Teruslah menjaga citra Kepolisian Republik Indonesia umumnya dan mengharumkan nama Kepolisian Daerah Sumbar khususnya," ungkap Reza. (zul) 


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad