Krisis Kekeringan Melanda, Pemkab Dharmasraya Gerak Cepat Salurkan 378 Ribu Liter Air Bersih ke Pelosok Nagari
Dharmasraya (SUMBARKINI.COM) – Kemarau panjang yang memicu kekeringan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah. Merespons krisis ini, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani telah menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kemarau guna mempercepat penanggulangan bencana, termasuk memastikan kelancaran distribusi air bersih.
Berdasarkan pemutakhiran data, dampak kekeringan tahun ini terbilang meluas dan mempengaruhi hingga 13.554 Kepala Keluarga (KK) yang menetap di 106 jorong pada 25 nagari di Dharmasraya. Dari angka tersebut, operasi penyaluran air bersih hingga pertengahan September ini telah berhasil menjangkau prioritas awal, yakni 3.312 KK.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi, memaparkan bahwa operasi penyaluran masif ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan daerah agar dampak El Nino tidak melumpuhkan aktivitas warga.
“Ibu Bupati berpesan agar masyarakat yang membutuhkan air bersih jangan sampai luput dari perhatian. Pemerintah harus hadir membantu, sehingga tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Suherman, Selasa (15/9/2026).
Sinergi Lintas Sektor dan Pengerahan Puluhan Armada
Dalam implementasinya di lapangan, Suherman merinci bahwa sebanyak 84 rit/tangki telah dikerahkan untuk melayani warga di 24 nagari pada delapan kecamatan. Bantuan air bersih ini juga diarahkan untuk menopang kebutuhan sanitasi di dua sekolah yang mulai kesulitan air.
Demi mengamankan pasokan, Pemkab Dharmasraya menjalin sinergi yang kuat dengan berbagai pihak. Saat ini, armada yang diterjunkan terdiri dari 4 unit mobil tangki milik Pemda Dharmasraya, 10 unit perbantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS), serta 2 unit dari Pemprov Sumbar.
Bahkan, tidak hanya berfokus pada air konsumsi, Satgas bentukan bupati juga berupaya menyediakan bantuan pompa air untuk menyelamatkan areal pertanian warga yang terancam gagal panen. Dukungan lain juga terus mengalir dari sektor swasta. Sejumlah perusahaan di Dharmasraya turut serta memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui penyediaan armada maupun pasokan air tambahan.
Distribusi Berbasis Laporan Cepat (Hotline)
Lebih lanjut, Suherman menjelaskan bahwa rute pengerahan armada dilakukan secara dinamis setiap harinya. BPBD secara rutin memperbarui data lapangan berdasarkan asas prioritas dan urgensi agar bantuan air cepat tiba di wilayah krisis.
“Setiap hari kami memperbarui rencana distribusi berdasarkan laporan warga, pemerintah nagari, dan kecamatan. Data inilah yang menjadi navigasi utama agar armada dapat diarahkan ke wilayah yang benar-benar krisis dan membutuhkan,” tegasnya.
Bagi nagari atau warga yang mulai mengalami penyusutan sumber air dan kekeringan, Pemkab Dharmasraya telah membuka sarana komunikasi khusus. Mengacu pada infografis resmi Peta Distribusi Air Bersih Dharmasraya, warga dapat melaporkan kebutuhan air bersih ke nomor urusan posko Hotline di 0821-844-0576.
“Kami tegaskan, bagi masyarakat yang mendesak butuh air bersih, segera melapor. Laporan tersebut adalah dasar kami dalam menyusun plotting rencana distribusi hari berikutnya,” pungkas Suherman. (Febri)
