Harhubnas 2026: Mari Kita Bangun Budaya Transportasi Yang Aman, Tertib dan Manusiawi
PADANG (SUMBARKINI.COM) — Setiap hari, jutaan orang bergerak. Ada yang berangkat bekerja sebelum matahari terbit, mengantar anak ke sekolah, membawa hasil pertanian ke pasar, mengunjungi keluarga, hingga melakukan perjalanan antarkota untuk mencari peluang kehidupan yang lebih baik.
Di balik setiap perjalanan itu, ada satu kebutuhan yang sama: selamat sampai tujuan.
Pesan itulah yang menemukan relevansinya dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026, yang diperingati pada 17 September 2026 dengan tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Pemerintah melalui berbagai unsur perhubungan menempatkan konektivitas, keselamatan, pelayanan, dan keberlanjutan sebagai bagian penting dari pembangunan transportasi.
Bagi Sumatera Barat, isu tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Jalan yang menghubungkan nagari, kendaraan yang membawa kebutuhan pokok, angkutan umum, hingga aktivitas lalu lintas di pusat-pusat kota semuanya bermuara pada satu hal: mobilitas masyarakat yang aman, tertib dan lancar.
Di titik inilah peran kepolisian lalu lintas menjadi penting. Bukan hanya ketika terjadi pelanggaran, kecelakaan atau kemacetan, tetapi juga melalui edukasi, pencegahan, pelayanan dan kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., dalam berbagai kegiatan pelayanan lalu lintas mendorong agar kehadiran Polantas semakin dekat dengan masyarakat.
Dalam pemberitaan Sumbarkini.com sebelumnya, Reza menegaskan: “Kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu artinya jajaran lalu lintas benar-benar melaksanakan slogan Polantas KARIB dan Polantas Sumbar Rancak Bana.”
Pesan tersebut menggambarkan pendekatan yang tidak hanya menempatkan Polantas sebagai aparat penegak aturan, tetapi juga sebagai bagian dari pelayanan publik.
Kehadiran personel melalui pengaturan lalu lintas, edukasi keselamatan, Polisi Cilik, kegiatan Ngobras atau Ngopi Bareng Polantas, pelayanan masyarakat hingga pendekatan preventif menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara polisi dan pengguna jalan.
Reza menegaskan keselamatan lalu lintas pada akhirnya bukan hanya tugas polisi. Pengemudi, penumpang, pejalan kaki, pengendara sepeda motor, pelaku usaha angkutan, pemerintah, hingga masyarakat memiliki ruang tanggung jawab masing-masing.
Persoalan keselamatan juga tidak berhenti pada perilaku pengguna jalan. Infrastruktur, kondisi kendaraan, sistem pelayanan, pengawasan serta edukasi turut menentukan kualitas keselamatan transportasi. Karena itu, membangun transportasi yang lebih baik membutuhkan kerja bersama.
Kepolisian Daerah Sumbar di bawah kepemimpinan Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K menginstruksikan agar jalan aman hingga konektivitas berjalan baik, masyarakat dapat bergerak dengan lebih tenang. Distribusi barang menjadi lebih lancar. Akses terhadap pelayanan publik semakin terbuka. Pelaku usaha memiliki ruang bergerak yang lebih luas. Karena itu, keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan konektivitas.
Hal tersebut juga sejalan dengan semangat Bulan Keselamatan Transportasi yang didorong dalam momentum Harhubnas 2026. Masyarakat diajak menjadikan keselamatan bukan sekadar kampanye sesaat, tetapi budaya yang dilakukan sepanjang tahun.
Bagi Sumatera Barat, semangat itu dapat dimulai dari jalan-jalan yang setiap hari kita lalui.
Untuk itu, Reza mengajak semua pihak untuk tertib bukan karena takut ditilang. Prioritaskan selamat bukan karena kebetulan. "Sadarilah satu tindakan di jalan dapat menentukan keselamatan banyak orang," tegasnya.
Selamat Hari Perhubungan Nasional 2026.
17 September 2026 — Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju. (Zul)
Di balik setiap perjalanan itu, ada satu kebutuhan yang sama: selamat sampai tujuan.
Pesan itulah yang menemukan relevansinya dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026, yang diperingati pada 17 September 2026 dengan tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Pemerintah melalui berbagai unsur perhubungan menempatkan konektivitas, keselamatan, pelayanan, dan keberlanjutan sebagai bagian penting dari pembangunan transportasi.
Bagi Sumatera Barat, isu tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Jalan yang menghubungkan nagari, kendaraan yang membawa kebutuhan pokok, angkutan umum, hingga aktivitas lalu lintas di pusat-pusat kota semuanya bermuara pada satu hal: mobilitas masyarakat yang aman, tertib dan lancar.
Di titik inilah peran kepolisian lalu lintas menjadi penting. Bukan hanya ketika terjadi pelanggaran, kecelakaan atau kemacetan, tetapi juga melalui edukasi, pencegahan, pelayanan dan kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., dalam berbagai kegiatan pelayanan lalu lintas mendorong agar kehadiran Polantas semakin dekat dengan masyarakat.
Dalam pemberitaan Sumbarkini.com sebelumnya, Reza menegaskan: “Kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu artinya jajaran lalu lintas benar-benar melaksanakan slogan Polantas KARIB dan Polantas Sumbar Rancak Bana.”
Pesan tersebut menggambarkan pendekatan yang tidak hanya menempatkan Polantas sebagai aparat penegak aturan, tetapi juga sebagai bagian dari pelayanan publik.
Kehadiran personel melalui pengaturan lalu lintas, edukasi keselamatan, Polisi Cilik, kegiatan Ngobras atau Ngopi Bareng Polantas, pelayanan masyarakat hingga pendekatan preventif menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara polisi dan pengguna jalan.
Keselamatan Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Peringatan Harhubnas seharusnya tidak berhenti pada ucapan dan seremoni.Maknanya justru terasa ketika masyarakat mulai membangun kebiasaan sederhana: menggunakan helm, mematuhi rambu, tidak menggunakan telepon saat berkendara, menjaga kecepatan, memastikan kendaraan laik jalan, serta menghormati pengguna jalan lainnya.Reza menegaskan keselamatan lalu lintas pada akhirnya bukan hanya tugas polisi. Pengemudi, penumpang, pejalan kaki, pengendara sepeda motor, pelaku usaha angkutan, pemerintah, hingga masyarakat memiliki ruang tanggung jawab masing-masing.
Persoalan keselamatan juga tidak berhenti pada perilaku pengguna jalan. Infrastruktur, kondisi kendaraan, sistem pelayanan, pengawasan serta edukasi turut menentukan kualitas keselamatan transportasi. Karena itu, membangun transportasi yang lebih baik membutuhkan kerja bersama.
Dari Sumbar untuk Indonesia
HM Reza Chairul Akbar Sidiq menyebutkan bahwa semangat “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” membawa makna bahwa transportasi bukan sekadar memindahkan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi menghubungkan keluarga, pendidikan, pekerjaan, perdagangan, pelayanan kesehatan dan peluang ekonomi.Kepolisian Daerah Sumbar di bawah kepemimpinan Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K menginstruksikan agar jalan aman hingga konektivitas berjalan baik, masyarakat dapat bergerak dengan lebih tenang. Distribusi barang menjadi lebih lancar. Akses terhadap pelayanan publik semakin terbuka. Pelaku usaha memiliki ruang bergerak yang lebih luas. Karena itu, keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan konektivitas.
Hal tersebut juga sejalan dengan semangat Bulan Keselamatan Transportasi yang didorong dalam momentum Harhubnas 2026. Masyarakat diajak menjadikan keselamatan bukan sekadar kampanye sesaat, tetapi budaya yang dilakukan sepanjang tahun.
Bagi Sumatera Barat, semangat itu dapat dimulai dari jalan-jalan yang setiap hari kita lalui.
Untuk itu, Reza mengajak semua pihak untuk tertib bukan karena takut ditilang. Prioritaskan selamat bukan karena kebetulan. "Sadarilah satu tindakan di jalan dapat menentukan keselamatan banyak orang," tegasnya.
Selamat Hari Perhubungan Nasional 2026.
17 September 2026 — Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju. (Zul)
