window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); Kuliah Umum Ketua Umum DPP IKBA Universitas Bung Hatta: Ijazah Hanya Pintu, Kompetensi dan Jejaring Menentukan Perjalanan - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    Kuliah Umum Ketua Umum DPP IKBA Universitas Bung Hatta: Ijazah Hanya Pintu, Kompetensi dan Jejaring Menentukan Perjalanan



    PADANG (SUMBARKINI.COM) — Dunia perkuliahan tidak semata-mata tentang mengejar nilai dan memperoleh ijazah. Lebih jauh dari itu, kampus menjadi ruang untuk membangun kompetensi, menumbuhkan kepercayaan diri, serta merawat hubungan yang kelak dapat menjadi jejaring dalam perjalanan karier.

    Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Universitas Bung Hatta, Ir. Mardiansyah, ST., MT., MBA., IPU, dalam kuliah umum yang diikuti mahasiswa Universitas Bung Hatta.

    Dengan gaya penyampaian yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, Mardiansyah mengingatkan bahwa tidak ada seseorang yang benar-benar siap menghadapi dunia profesional sejak awal.

    “Tak ada yang betul-betul siap. Itu hal yang lumrah, karena kepercayaan diri akan tumbuh sejalan dengan pengalaman. Setelah mencoba dan mencoba,” ujarnya.

    Menurutnya, mahasiswa tidak perlu takut menghadapi tantangan baru. Pengalaman justru akan menjadi bagian penting dalam membentuk kepercayaan diri dan kematangan seseorang.

    Tiga Kunci: Kompetensi, Confidence, dan Connection

    Dalam kesempatan tersebut, Mardiansyah memperkenalkan tiga kata kunci yang dinilainya penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan, yakni kompetensi, confidence, dan connection.

    Kompetensi menjadi fondasi karena dunia kerja membutuhkan kemampuan nyata. Namun, kompetensi tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang selesai setelah seseorang mendapatkan gelar akademik.

    “Kompetensi sering kali naik turun. Untuk meningkatkan kompetensi, caranya adalah jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.

    Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

    Ijazah, menurutnya, memang merupakan pintu awal untuk memasuki dunia profesional. Namun, perjalanan setelah pintu itu terbuka akan sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk terus belajar, beradaptasi, membangun kepercayaan diri dan memberikan kontribusi.

    Teman Kuliah Bisa Menjadi Jejaring Masa Depan

    Hal lain yang menjadi perhatian Mardiansyah adalah pentingnya membangun hubungan baik selama berada di lingkungan kampus.

    Teman kuliah yang hari ini mungkin hanya dianggap sebagai teman berdiskusi, mengerjakan tugas, atau bercanda bersama, suatu saat dapat berada di berbagai bidang profesi dan posisi.

    Karena itu, mahasiswa didorong untuk terus membina pertemanan secara positif.

    “Teman kuliah kita akan menjadi bermacam-macam. Bina pertemanan terus hingga suatu saat akan menjadi jejaring yang akan menguntungkan perkembangan karier kita,” tuturnya.

    Namun, ia menekankan bahwa membangun jejaring bukan berarti menjalin hubungan hanya ketika sedang membutuhkan sesuatu.

    Komunikasi dan silaturahmi, kata dia, sebaiknya dibangun dengan ketulusan dan dijaga secara konsisten.

    “Binalah terus komunikasi dengan siapa pun dengan tulus. Jangan hanya ketika butuh. Sesuatu yang diawali dengan tulus dan terus dijaga akan mendapatkan ketulusan juga di saat kita butuh,” pesannya.

    Alumni Bung Hatta dan Nilai Keteladanan Mohammad Hatta

    Sebagai bagian dari keluarga besar alumni Universitas Bung Hatta, Mardiansyah juga mengajak mahasiswa untuk memaknai kebanggaan sebagai alumni secara lebih mendalam.

    Menurutnya, kebanggaan menjadi alumni tidak cukup hanya ditunjukkan melalui almamater atau gelar yang melekat setelah menyelesaikan pendidikan.

    Ada pertanyaan yang lebih penting untuk direnungkan: apakah setelah menjadi alumni, seseorang juga mampu membuat nama almamaternya bangga?

    “Mungkin kita bangga menjadi alumni Bung Hatta. Namun alasan baiknya jika Bung Hatta bangga menjadikan kita alumninya,” ujarnya.

    Pesan tersebut menjadi refleksi bagi mahasiswa agar nilai-nilai yang diwariskan oleh Mohammad Hatta, sebagai sosok yang menjadi panutan dan sumber inspirasi bagi Universitas Bung Hatta, tidak berhenti sebagai simbol atau nama besar.

    Mardiansyah mengajak mahasiswa untuk membawa nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari, di mana pun mereka berada dan berkarya.

    Bekal Setelah Kampus Bukan Hanya Gelar

    Kuliah umum tersebut pada akhirnya menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa tidak berhenti ketika wisuda selesai.

    Gelar akademik hanyalah salah satu bagian dari perjalanan. Di luar itu, terdapat kompetensi yang harus terus diasah, kepercayaan diri yang harus dibangun melalui pengalaman, serta hubungan antarmanusia yang perlu dirawat dengan ketulusan.

    Pesan Mardiansyah juga relevan bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja: jangan berhenti belajar, jangan takut mencoba, jangan meremehkan pertemanan, dan jangan membangun hubungan hanya karena kepentingan sesaat.

    Sebab, perjalanan karier tidak selalu berjalan lurus sesuai rencana. Ada pengalaman, kegagalan, kesempatan, pertemuan dan hubungan dengan banyak orang yang perlahan membentuk arah kehidupan seseorang.

    Pada titik itulah, nilai-nilai yang ditanamkan selama menjadi mahasiswa menjadi bekal penting untuk menentukan bagaimana seorang alumni membawa nama almamaternya di tengah masyarakat.

    Bagi keluarga besar Universitas Bung Hatta, menjadi alumni bukan sekadar status. Lebih dari itu, ia merupakan tanggung jawab untuk terus belajar, berkarya, menjaga integritas dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan.

    Karena pada akhirnya, pertanyaan terpenting bukan hanya “apa yang bisa diberikan kampus kepada kita?”, tetapi juga “apa yang bisa kita berikan setelah menjadi bagian dari keluarga besar almamater?” (Zul/DaAn)

    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad