window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BWP9LK8PX'); KBI Sumbar Siap Turunkan Atlet Berlaga di Porprov 2026 Semua Pengcab Didorong untuk Ambil Bagian - Sumbarkini

Header Ads

  • Breaking News

    KBI Sumbar Siap Turunkan Atlet Berlaga di Porprov 2026 Semua Pengcab Didorong untuk Ambil Bagian



    PADANG (SUMBARKINI.COM) - Ketua Pengprov Kick Boxing Indonesia Sumatera Barat, H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, S.E., M.Si menegaskan kesiapan cabang olahraga yang dipimpinnya untuk mengikuti Porprov 2026. Hal itu diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi Kick Boxing Indonesia Provinsi Sumbar di Gedung DPRD Sumbar, Sabtu 26 September 2026.

    "Jika Porprov dilaksanakan besok hari, KBI siap menurunkan atletnya untuk bertanding. Tapi harus diikuti Pengcab yang ada di kabupaten/kota," ujarnya. 

    Diakui oleh Daswippetra bahwa Pengcab KBI yang sudah mengantongi SK dari Pemerintah Daerahnya untuk mengikuti  Porprov dan telah didaftarkan ke aplikasi SIRIMAU baru enam daerah. Keenamnya adalah Kota Padang, Kota Solok, Kota Bukittinggi, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Mentawai dan Kabupaten Agam. 

    Sementara Pengcab yang ada di Sumatera Barat berjumlah 16. Untuk itu dia masih berharap ada tambahan pengcab yang ikut mendaftarkan atletnya di SIRIMAU. "Kita masih berharap masih ada Pengcab  yang  mendapat rekomendasi dari KONI dan Pemda kabupaten/kota. Bagi KBI, makin banyak Pengcab yang ikut berarti memberikan peluang kepada atletnya berprestasi dan turut merasakan pesta olahraga tingkat provinsi ini," ujar Tuo Silat di Solok tersebut.

    Ditegaskannya, atlet sebagusnya diberi peluang mengikuti Porprov. Apalagi Porprov sudah 8 tahun vakum. Terakhir Porprov dilaksanakan di Padang Pariaman pada 2018 lalu.

    "Daerah kita dorong untuk mendapatkan SK Pemerintah Daerah untuk mengikuti Porprov ini. Minimal rekomendasi. Saya harap kepada Pengcab dapat meyakinkan Pemerintah Daerah dan KONI setempat sebelum kick boxing dihelat pada 9 Oktober," ujarnyta.

    Ditegaskannya, KBI siap menyambut kedatangan atlet yang ingin ikut Porprov namun berbekal hanya surat rekomendasi dan ongkos pulang pergi ke tempat pelaksanaan pertandingan. "Saya minta Firman sebagai Sekum dan Ivo sebagai Bendum mencarikan alternatif tempat menginap atlet tersebut. Akomodasi ke dan dari venue akan ditanggung oleh Pengprov KBI," tegas pensiunan salah satu BUMN ini. 

    Dt Manjinjiang Alam mengungkapkan, dana Pengprov KBI digunakan untuk mendukung atlet berlaga di Porprov jika daerah yang ikut 50 persen plus 1. Jika hanya enam Pengcab, cukupkan saja dana dari KONI.

    Penegasannya itu didasari agar pengurus Pengprov dan Pengcab berupaya maksimal agar banyak Pengcab dan atlet KBI ikut bertanding. "Selain standar mengikutkan atlet ke PON semakin tranparan, terukur dan akuntabel, kebersamaan di KBI terpelihara dengan baik," katanya.

    Foto bersama usai Rakor KBI Sumbar.


    Memang dalam rapat berkembang masukan atlet berdasarkan peraturan bisa diikutkan membela daerah lain yang sudah mendapatkan SK. Terutama untuk menyelamatkan atlet binaan KBI. Namun Daswippetra mengingatkan persoalan akan timbul di belakang hari, terlebih jika dia mendapatkan medali. Dia tentu mengharapkan bonus. "Biasanya masalah akan muncul sekaitan bonus. Akan menimbulkan masalah bagi KBI nantinya. Kita pun meminimalkan  kecemburuan antar atlet,' ujarnya lagi. 

    Dalam rapat koordinasi Ketua Pengprov KBI juga menyebutkan bahwa KBI Sumbar telah menyiapkan alternatif, jika Porprov untuk Cabor Kick Boxing batal dilaksanakan. KBI Sumbar akan melaksanakan Kejurda. 

    Daswipetra mengingatkan potensi atlet Kick Boxing Sumbar cukup membanggakan. Dalam Kejurnas, kita membawa 18 atlet. KBI Sumbar memperoleh medali 4 emas 2 perak dan 8 perunggu. Hingga total medali yang dibawa 14 buah. "Ini kan prestasi membanggakan bagi kita. 18 atlet yang dibawa, 14 medali yang kita bawa pulang," ungkapnya bangga.

    Padahal kalau bicara rival jangan disangka mudah. DKI dan Jatim bukanlah lawan mudah bagi Sumbar. Bayangkan saja, atlet mereka dilatih sejak SD. Tugasnya hanya sekolah dan berlatih. Sementara kebanyakan atlet Sumbar autodidak, namun mereka bisa mengukir prestasi.

    Dalam rapat juga dibaha pentingnya mereka mengikuti upgrading yang disepakati pada 4 Oktober nanti. Juga dibicarakan persiapan Kejurnas pada November nantinya. (Zul/DaAm)


    SUMBARKINI

    Website yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Post Bottom Ad